Materi 12: Executing Projects

1. Pentingnya Eksekusi Proyek

Planning bagus itu penting, tapi mengeksekusi dengan baik LEBIH penting lagi. Riset Fortune menunjukkan alasan utama CEO gagal adalah poor execution — mereka tidak menyelesaikan pekerjaan, tidak tegas, dan tidak memenuhi komitmen.

2. Project Integration Management (Executing)

Hal-hal penting yang harus dilakukan PM saat eksekusi:

  1. Koordinasi planning & execution — Update rencana saat ada perubahan
  2. Develop and use soft skills — Leadership, team building, komunikasi, motivasi, negosiasi, conflict management, problem solving
  3. Provide supportive organizational culture
  4. Break the rules when needed — Gunakan political skills untuk meyakinkan stakeholder
  5. Capitalize on product/business knowledge
  6. Use project execution tools and techniques

Output Penting Integration Management:

3. Managing Project Knowledge

Ada 2 jenis knowledge:

TipePenjelasanContoh
Explicit KnowledgeMudah dijelaskan dengan kata-kata, gambar, angka. Mudah dikomunikasikan dan disimpan.Buku, dokumen proyek, encyclopedia, manual
Tacit KnowledgeSulit diungkapkan, sangat personal. Dibagikan melalui percakapan dan interaksi.Keyakinan, insight, pengalaman, intuisi
Knowledge management harus dilakukan SEBELUM, SELAMA, dan SETELAH proyek. Organisasi bisa menyediakan explicit knowledge secara tertulis, dan membangun budaya trust untuk berbagi tacit knowledge.

4. Managing Quality (Quality Assurance)

Quality Assurance menjawab pertanyaan: "Apakah kita melakukan apa yang kita katakan akan kita lakukan, kapan kita bilang, dengan cara yang kita bilang, dan bisakah kita melakukannya lebih baik?"

Tools & Techniques:

5. Project Resource Management

5.1 Teori Motivasi (SANGAT PENTING untuk ujian!)

a. Maslow's Hierarchy of Needs

Kebutuhan manusia berjenjang, harus dipenuhi dari bawah ke atas:

  1. Physiological — Udara, air, makanan (kebutuhan dasar)
  2. Safety — Keamanan, perlindungan dari bahaya
  3. Social — Teman, komunitas, rasa memiliki
  4. Esteem — Pencapaian, pengakuan, penghargaan
  5. Self-actualization — Pemenuhan potensi diri
Cara ingat (dari bawah): "Paling Suka Saling Ejek Sendiri" = Physiological, Safety, Social, Esteem, Self-actualization

b. Herzberg's Motivation-Hygiene Theory

Hygiene Factors (Penyebab Ketidakpuasan)Motivators (Penyebab Kepuasan)
Gaji, kondisi kerja, kebijakan perusahaan, hubungan interpersonalAchievement, recognition, the work itself, responsibility, advancement, growth
Jika TIDAK ada = tidak puas. Jika ADA = biasa saja (tidak menambah motivasi)Jika ADA = termotivasi. Jika TIDAK ada = biasa saja
Poin kunci Herzberg: Uang (gaji) BUKAN motivator! Gaji adalah hygiene factor. Yang benar-benar memotivasi adalah achievement dan recognition.

c. McClelland's Acquired-Needs Theory

NeedCiri-ciriCara Mengelola
Achievement (nAch)Suka tantangan, hindari risiko terlalu rendah/tinggi, butuh feedback rutin, lebih suka kerja sendiri/dengan achiever lainBeri proyek menantang dengan goal yang bisa dicapai, feedback sering
Affiliation (nAff)Ingin hubungan harmonis, butuh diterima orang lain, mengikuti norma kelompokCiptakan lingkungan kerja kooperatif
Power (nPow)Personal power = suka memerintah. Institutional power = ingin mengorganisir untuk tujuan organisasiBeri kesempatan memimpin, tekankan pentingnya tujuan organisasi

d. McGregor's Theory X & Y + Ouchi's Theory Z

Theory XTheory YTheory Z
Anggapan: Pekerja malas, harus dipaksa dan diancam. Pekerja suka diperintah, hindari tanggung jawab.Anggapan: Bekerja itu alami. Orang akan mengarahkan dirinya sendiri jika komitmen. Motivasi terbesar: esteem & self-actualization.Fokus pada loyalitas karyawan dengan job for life, kesejahteraan on/off the job, work-life balance.

5.2 Thamhain & Wilemon's Influence Bases

9 basis pengaruh yang dimiliki PM:

  1. Authority — Hak hierarkis resmi
  2. Assignment — Kemampuan mempengaruhi penugasan di proyek masa depan
  3. Budget — Kemampuan mengotorisasi dana
  4. Promotion — Kemampuan menaikkan posisi
  5. Money — Kemampuan menaikkan gaji
  6. Penalty — Kemampuan memberikan hukuman
  7. Work Challenge — Memberi tugas yang menantang dan menyenangkan (intrinsic)
  8. Expertise — Pengetahuan khusus yang dianggap penting
  9. Friendship — Hubungan pribadi yang baik
Proyek GAGAL jika PM terlalu mengandalkan: Authority, Money, Penalty. Proyek SUKSES jika PM menggunakan: Work Challenge dan Expertise.

5.3 Covey's 7 Habits of Highly Effective People

  1. Be proactive — Antisipasi dan rencanakan masalah
  2. Begin with the end in mind — Punya dan bagikan visi hasil akhir
  3. Put first things first — Fokus pada hal penting tapi tidak mendesak (planning, relationship building)
  4. Think win/win — Keputusan yang menguntungkan semua pihak
  5. Seek first to understand, then to be understood — Empathic listening
  6. Synergize — Kolaborasi menghasilkan lebih dari jumlah bagian
  7. Sharpen the saw — Retrain, reenergize, relax untuk hindari burnout

5.4 Acquiring Resources

5.5 Developing the Team (Tuckman Model)

TahapPenjelasan
1. FormingPerkenalan anggota tim. Bersikap sopan, belum ada konflik.
2. StormingMulai ada perbedaan pendapat. Konflik tentang cara kerja tim.
3. NormingTim menemukan cara kerja bersama. Aturan dan norma terbentuk.
4. PerformingTim fokus pada pencapaian goal. Kinerja optimal!
5. AdjourningTim dibubarkan setelah goal tercapai.
Ingat: "Forming → Storming → Norming → Performing → Adjourning" = Fans Sering Nonton Pertandingan Akhir

5.6 MBTI & Social Styles

MBTI (4 dimensi):

Social Styles Profile (4 zona):

Orang di sudut berlawanan (Drivers vs Amiables, Analyticals vs Expressives) sering sulit bekerja sama!

6. Conflict Management (Thomas-Kilmann)

Dua dimensi: Assertiveness (memuaskan diri sendiri) dan Cooperativeness (memuaskan pihak lain)

ModeAssertive?Cooperative?Penjelasan
CompetingTinggiRendahWin-lose. Memaksakan pendapat sendiri.
AccommodatingRendahTinggiMengalah. Mengorbankan kepentingan sendiri.
AvoidingRendahRendahMenghindar dari konflik. Tidak ada resolusi.
CollaboratingTinggiTinggiWin-win. Mencari solusi bersama. Paling ideal!
CompromisingSedangSedangKedua pihak mengorbankan sebagian. Give and take.
Konflik TIDAK selalu buruk. Konflik bisa menghasilkan ide baru, alternatif lebih baik, dan motivasi. Tanpa konflik bisa terjadi groupthink — konformitas berlebihan dalam kelompok.

7. Leadership Styles

StylePenjelasan
Laissez-faire"Let go" — Tim menentukan goal dan cara mencapainya sendiri
TransactionalManagement by exception — Reward dan punishment untuk capai goal
Servant LeaderFokus pada pertumbuhan, pembelajaran, dan otonomi orang lain. Paling cocok untuk Scrum Master!
TransformationalMemberdayakan orang lain dan memandu perubahan melalui inspirasi
CharismaticMenginspirasi melalui antusiasme dan kepercayaan diri
InteractionalKombinasi transactional + transformational + charismatic

8. Communications & Stakeholder (Executing)

9. Procurement & Risk (Executing)

Conducting Procurements:

Implementing Risk Responses:

Merencanakan risk response itu penting, tapi mengimplementasikannya dengan baik LEBIH penting.

10. Executing Agile/Hybrid

Latihan Soal: Executing Projects

1. Menurut Herzberg, mana yang merupakan MOTIVATOR (bukan hygiene factor)?

2. Dalam Tuckman Model, tahap di mana tim mulai berkonflik disebut...

3. Menurut Thamhain & Wilemon, basis pengaruh mana yang PALING efektif untuk keberhasilan proyek?

4. Dalam Thomas-Kilmann, mode konflik yang PALING ideal (win-win) adalah...

5. Maslow's Hierarchy: Urutan dari bawah ke atas yang BENAR adalah...

6. Apa itu MBWA?

7. Resource Leveling bertujuan untuk...

8. Dalam MBTI, mayoritas orang IT adalah...

9. Servant Leader paling cocok digunakan oleh...

10. Groupthink terjadi ketika...

11. Rumus menghitung jumlah saluran komunikasi dalam tim adalah...

12. McClelland: Orang dengan need for Achievement (nAch) biasanya...