Materi 13: Monitoring and Controlling Projects

1. Gambaran Umum Monitoring & Controlling

Monitoring and Controlling adalah proses mengukur kemajuan proyek secara berkala untuk memastikan proyek memenuhi tujuannya dan kebutuhan bisnis saat ini.

Project manager dan timnya memonitor kemajuan terhadap rencana dan mengambil tindakan korektif (corrective action) jika diperlukan.

Proses ini berjalan sepanjang proyek, bukan hanya di satu fase tertentu. Tujuannya: deteksi penyimpangan sedini mungkin!

Output Umum untuk Semua Knowledge Area:

2. Earned Value Management (EVM) ⭐ SANGAT PENTING!

EVM adalah teknik pengukuran kinerja proyek yang mengintegrasikan scope, waktu, dan biaya dalam satu pengukuran terpadu.

2.1 Tiga Nilai Dasar EVM

IstilahRumusPenjelasan Sederhana
Planned Value (PV)Budget yang dijadwalkanBerapa uang yang seharusnya sudah dihabiskan sesuai jadwal pada titik waktu tertentu
Actual Cost (AC)Biaya aktual yang dikeluarkanBerapa uang yang benar-benar sudah dikeluarkan sampai saat ini
Earned Value (EV)% pekerjaan selesai x BACNilai pekerjaan yang benar-benar sudah diselesaikan dihitung berdasarkan budget
Budget at Completion (BAC)Total budget proyekTotal anggaran yang disetujui untuk seluruh proyek

2.2 Rumus-Rumus EVM

MetrikRumusInterpretasi
Cost Variance (CV)EV - ACNegatif = Over budget (jelek), Positif = Under budget (bagus)
Schedule Variance (SV)EV - PVNegatif = Behind schedule (jelek), Positif = Ahead of schedule (bagus)
Cost Performance Index (CPI)EV / AC<1 = Over budget, >1 = Under budget, =1 = On budget
Schedule Performance Index (SPI)EV / PV<1 = Behind schedule, >1 = Ahead, =1 = On schedule
Estimate at Completion (EAC)BAC / CPIPerkiraan total biaya akhir proyek berdasarkan kinerja saat ini
Estimate to Complete (ETC)EAC - ACSisa biaya yang dibutuhkan untuk menyelesaikan proyek
Estimated completion dateOriginal time / SPIPerkiraan kapan proyek akan selesai

Cara Mengingat Rumus EVM:

"Semua Variance = EV dikurangi sesuatu" (CV = EV-AC, SV = EV-PV)

"Semua Index = EV dibagi sesuatu" (CPI = EV/AC, SPI = EV/PV)

"Negatif = Jelek, Kurang dari 1 = Jelek"

2.3 Contoh Perhitungan EVM Lengkap

Kasus: Proyek 10 bulan, BAC = Rp 500 juta (Rp 50 juta/bulan merata). Di akhir bulan ke-4:

  • Pekerjaan seharusnya selesai: 40% (sesuai jadwal)
  • Pekerjaan benar-benar selesai: 30%
  • Biaya aktual: Rp 180 juta

Jawaban:

  • PV = 40% x 500 juta = Rp 200 juta
  • EV = 30% x 500 juta = Rp 150 juta
  • AC = Rp 180 juta
  • CV = 150 - 180 = -30 juta (Over budget!)
  • SV = 150 - 200 = -50 juta (Behind schedule!)
  • CPI = 150/180 = 0.83 (Setiap Rp 1 yang dikeluarkan hanya menghasilkan Rp 0.83 nilai kerja)
  • SPI = 150/200 = 0.75 (Hanya 75% dari pekerjaan yang dijadwalkan yang selesai)
  • EAC = 500/0.83 = Rp 602.4 juta (Proyek diperkirakan habis Rp 602.4 juta, bukan 500 juta)
  • ETC = 602.4 - 180 = Rp 422.4 juta lagi
  • Perkiraan selesai = 10/0.75 = 13.3 bulan (terlambat 3.3 bulan!)

Kesimpulan: Proyek ini dalam kondisi BURUK. Over budget DAN behind schedule. PM harus segera ambil tindakan korektif.

2.4 Membaca Grafik EVM

3. Performance Reports

Jenis ReportIsi
Status ReportDi mana posisi proyek saat ini? (scope, time, cost pada titik waktu tertentu)
Progress ReportApa yang sudah dicapai tim dalam periode tertentu? (mingguan/bulanan)
ForecastPrediksi masa depan proyek berdasarkan data dan tren saat ini (EAC, perkiraan waktu selesai)

4. Integrated Change Control

Tiga tujuan utama:

  1. Mempengaruhi faktor penyebab perubahan — pastikan perubahan itu bermanfaat (improve quality, reduce cost, save time)
  2. Menentukan apakah perubahan sudah terjadi — PM harus tahu status area kunci proyek setiap saat
  3. Mengelola perubahan aktual saat terjadi — ini peran kunci PM!

5. Scope Management: Validating & Controlling Scope

Validating Scope

Controlling Scope

Scope creep = penambahan scope yang tidak terkontrol, tanpa melalui change control. Ini masalah umum!

6. Schedule Control

7. Quality Control - 7 Basic Tools of Quality ⭐

#ToolKegunaanCara Mengingat
1Cause-and-Effect Diagram (Fishbone/Ishikawa)Mencari akar penyebab masalah kualitas. Bisa gunakan teknik 5 Whys.Bentuknya seperti tulang ikan
2Control ChartMenampilkan hasil proses dari waktu ke waktu. Mencegah defect, bukan mendeteksi. Gunakan Seven Run Rule.Grafik dengan batas atas/bawah
3ChecksheetMengumpulkan dan menganalisis data secara terstruktur (tally)Formulir centang/tally
4Scatter DiagramMenunjukkan hubungan antara 2 variabelTitik-titik tersebar di grafik
5HistogramBar chart distribusi variabelGrafik batang
6Pareto ChartHistogram yang memprioritaskan masalah. Aturan 80/20 = 80% masalah dari 20% penyebab.Batang dari tinggi ke rendah
7FlowchartMenampilkan logika dan alur prosesKotak dan diamond dengan panah

Cara Mengingat 7 Tools: "Cari Cepat Catat Sebar Hitung Prioritaskan Flow"

Cause-effect, Control chart, Checksheet, Scatter, Histogram, Pareto, Flowchart

Seven Run Rule

Jika 7 data point berturut-turut semuanya di bawah mean, di atas mean, atau semuanya naik/turun, maka proses perlu diperiksa karena ada masalah non-random.

8. Resource, Communications, Stakeholder, Risk, Procurement

Controlling Resources

Memastikan resource fisik yang ditugaskan ke proyek tersedia sesuai rencana. Monitor penggunaan planned vs actual.

Monitoring Communications

Memantau komunikasi sepanjang siklus hidup proyek untuk memastikan kebutuhan informasi stakeholder terpenuhi.

Monitoring Stakeholder Engagement

Anda tidak bisa mengontrol stakeholder, tapi bisa memonitor tingkat keterlibatan mereka dan menyesuaikan strategi.

Monitoring Risks

Controlling Procurements

9. Prinsip: Embracing Adaptability & Resiliency

Tips untuk tim:

  1. Bangun tim yang beragam dengan skill set luas
  2. Tekankan pentingnya continuous learning
  3. Dorong percakapan terbuka dan ide baru
  4. Berikan dan terima feedback sesering mungkin
  5. Fokus pada outcomes, bukan hanya deliverables

10. Monitoring & Controlling di Agile

Scrum Events untuk M&C:

Agile Artifacts untuk Monitoring:

ArtifactPenjelasan
Burndown ChartMenunjukkan sisa pekerjaan (task) vs rencana. Digunakan per sprint. Tidak menunjukkan TASK MANA yang selesai, hanya jumlah.
Burnup ChartMenunjukkan pekerjaan yang sudah selesai vs rencana. Bisa menampilkan perubahan total planned work.
Velocity ChartMengukur berapa banyak pekerjaan yang bisa diselesaikan tim per sprint. Bukan untuk memonitor tim, tapi untuk release planning.
Velocity chart: upward trend bukan berarti selalu bagus, downward trend bukan berarti selalu buruk. Keduanya adalah sinyal untuk investigasi lebih dalam.

Ringkasan & Poin Hafalan

EVM = "EVA CUKUR SEPEDA"

  • EVA = EV (Earned Value), AC (Actual Cost)
  • CV = EV - AC, CPI = EV/AC
  • SV = EV - PV, SPI = EV/PV
  • EAC = BAC / CPI

Negatif/Kurang dari 1 = JELEK. Positif/Lebih dari 1 = BAGUS.

7 Quality Tools = "3C-SHPF": Cause-effect, Control chart, Checksheet, Scatter, Histogram, Pareto, Flowchart

Latihan Soal: Monitoring & Controlling

1. Proyek dengan BAC Rp 200 juta, 4 bulan. Di bulan ke-2: AC=Rp120jt, PV=Rp100jt, EV=Rp110jt. Berapa CV?

2. Dari soal di atas, berapa SPI?

3. CPI = 0.75 artinya...

4. Rumus EAC (Estimate at Completion) adalah...

5. Aturan 80/20 (Pareto Analysis) menyatakan bahwa...

6. Seven Run Rule pada Control Chart menyatakan bahwa proses perlu diperiksa jika...

7. Apa perbedaan antara verified deliverable dan validated deliverable?

8. Workarounds adalah...

9. Velocity chart pada agile paling berguna untuk...

10. SV = -50 juta dan CPI = 0.83. Mana pernyataan yang BENAR?

11. Constructive change order adalah...

12. Burndown chart TIDAK bisa menunjukkan...